Dikutip dari laman resmi LAPAN, berikut lima fenomena antariksa yang akan terjadi pada pekan terakhir bulan Desember 2021 ini:

SEARCH

Suara Pakar – Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini
Suara Pakar – Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini
TEKNO SAINS5 Fenomena Astronomis Pekan Ini: Ada Fase Bulan Perbani AkhirDiterbitkan 18 hours yang lalu on December 27, 2021Dari Riyanti Elfiana Sari
Suara Pakar - Fase Bulan Perbani AkhirFase Bulan Perbani Akhir. (Sumber: Oail-Itera)
SHARETWEET
Post Views: 553

Suarapakar.com – Pusat Riset Sains Antariksa (Pussainsa-LAPAN) mencatat akan ada lima fenomena antariksa pada pekan ini. Salah satunya Fase Bulan Perbani Akhir.

Dikutip dari laman resmi LAPAN, berikut lima fenomena antariksa yang akan terjadi pada pekan terakhir bulan Desember 2021 ini:

1. Fase Bulan Perbani Akhir (27 Desember 2021)
Fase perbani akhir adalah salah satu fase Bulan ketika konfigurasi antara Matahari, Bumi dan Bulan membentuk sudut siku-siku (90°) dan terjadi setelah fase Bulan purnama. Puncak fase perbani akhir terjadi pada pukul 09.23.48 WIB/10.23.48 WITA/11.23.48 WIT.

Sehingga, Bulan perbani akhir ini sudah dapat disaksikan sejak terbit saat tengah hari dari arah Timur, berkulminasi di zenit (untuk lintang 2°-3°LU) setelah terbenam Matahari dan kemudian terbenam di arah Barat setelah tengah malam.

Bulan berjarak 380.781 km dari Bumi saat puncak fase perbani akhir dan berada di sekitar konstelasi Virgo.

https://bit.ly/kodesuarapakar

2. Konjungsi Mars-Antares (27-28 Desember 2021)
Mars atau dikenal juga sebagai Ares dalam mitologi Romawi, berkonjungsi dengan Antares, bintang utama di konstelasi Skorpius pada tanggal 27 Desember 2021 pukul 16.15 WIB / 17.15 WIB / 18.15 WIB dengan sudut pisah minimum 4,4°.

Dikarenakan posisi Mars dan Antares masih di bawah ufuk saat puncak konjungsi, maka konjungsi Mars-Antares di Indonesia hanya dapat disaksikan pada pagi hari selama dua hari berturut-turut, yakni pada tanggal 27 dan 28 Desember 2021 pukul 04.30 waktu setempat (sebelum fajar astronomis) hingga akhir fajar bahari (25 menit sebelum akhir fajar bahari) dari arah tenggara. Mars bermagnitudo +1,57 hingga +1,56 sedangkan Antares bermagnitudo +1,05.

Baca juga: Fenomena Antariksa Akhir Pekan Ini: Ada Hari Sinodis Terpanjang

3. Konjungsi Merkurius-Venus (29 Desember 2021)
Merkurius akan mengalami konjungsi dengan Venus pada 29 Desember 2021 pukul 17.34 WIB / 18.34 WITA / 19.34 WIT dengan sudut pisah 4,2°. Fenomena ini dapat disaksikan sejak awal senja bahari (25 menit setelah terbenam Matahari) selama satu jam dari arah barat daya.

Magnitudo Merkurius dan Venus berturut-turut adalah –0,7 dan –4,4. Konjungsi Merkurius-Venus selalu terjadi setiap rata-rata 145 hari sekali. Terakhir kali terjadi pada 29 Mei dan 19 Agustus 2021. Fenomena ini akan terjadi kembali pada 27 September 2022 dan 29 Desember 2022.

4. Okultasi Mars oleh Bulan (31 Desember 2021)
Okultasi Mars oleh Bulan adalah fenomena astronomis ketika Mars melintas di belakang Bulan sehingga tampak tertutupi oleh Bulan. Hal ini dapat terjadi karena jarak Mars ke Bumi lebih jauh dibandingkan dengan jarak Bulan ke Bumi.

Secara global, Okultasi Mars oleh Bulan terjadi pada tanggal 31 Desember 2021 dan berlangsung selama tiga jam sejak pukul 18.23 hingga 21.23 Universal Time. Fenomena ini hanya dapat disaksikan di sebagian Australia (Teritori Barat, Teritori Selatan, Victoria, Teritori Ibukota dan Tasmania), Kep.

Malvinas, Tierra del Fuego dan Antartika. Dikarenakan sebagian wilayah mengalami fenomena ini saat siang hari (seperti Kep. Malvinas, Tierra del Fuego dan Antartika), beberapa wilayah tersebut akan cukup sulit mengamati fenomena ini.

Okultasi Mars oleh Bulan kali ini merupakan okultasi terakhir di tahun 2021. Fenomena serupa berikutnya akan terjadi pada tanggal 22 Juni, 22 Juli dan 18 Desember 2022.

5. Konjungsi Tripel Bulan-Mars-Antares (31 Desember 2021-1 Januari 2022)
Wilayah yang tidak mengalami okultasi Mars oleh Bulan akan mengalami konjungsi tripel bersama dengan bintang utama di konstelasi Skorpius, yakni Antares. Fenomena ini dapat disaksikan selama dua hari berturut-turut pada tanggal 31 Desember 2021 dan 1 Januari 2022 sejak pukul 04.30 waktu setempat (sebelum fajar astronomis) hingga akhir fajar bahari (25 menit sebelum terbit Matahari) dari arah tenggara.

Iluminasi Bulan bervariasi antara 11,6 persen−11,2 persen di hari pertama dan 5,0 persen−4,7 persen di hari kedua. Mars bermagnitudo +1,52 hingga +1,50 sedangkan Antares bermagnitudo +1,05

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMIMPIN DESA BENTENG DEWA DARI MASA KE MASA.

Kaban Golon Hioo

Badan Permusyawaratan Desa